: Rezki Meidiono
masih kukenang. suatu masa sebelum pelajaran melupakan Indonesia dimulai.
ada lingkaran mengkilap, kuberi untukmu sekeping. kelas kita kusimpan di tempat itu.
dan kubangun gandanya padamu. sekiranya kau rindu banyu muka negerimu,
yang besarkanmu. maka putar kembali, piringan kecil yang bawa satu senyum juga
harapku. kelak sebulan atau semusim kemudian, kan langka ia. amat langka.
bahkan melebihi segala negeri sakura.
(22 April 2008)
1 komentar:
mengapa suara merdu pagi itu membiarkan aku hidup dalam dusta, sedangkan malam memanjakanku dengan gelap yang membawa titik-titik lembut pada kulitku di sisi kain jilbab putihnya?
kapan ia akan bicara tentang rahasia yang dipendam lama jika suara paginya tak mampu bersuara?
akan ku tunggu ceritanya di tiap malam-malam ketika dengarku dan suaranya bersua-sila di gelap udara.
Posting Komentar