sayang,
aku terserang penyakit rindu stadium empat!
hubungilah segera ponselku, bila kau sempat!
atau biar aku saja yang menghubungimu, mohon diangkat!
jangan sampai stadium penyakit ini semakin meningkat!
apa hendak kau lihat
seorang perempuan tergeletak di tempat ini sebagai mayat
korban penyakit rindu stadium empat?
Makassar, 8 Mei 2009
dahulu belajar jadi penyair, kini kembali sebagai seorang yang hanya ingin cerita saja, bisa kau anggap syair jika pantas disebut syair :)
08 Mei, 2009
Lelaki dari Sinjai
:iccang d'reds
katamu, di sana batu kali menghiasi
biji kopi, menebar aroma satu sinjai
belum lagi dedaunan tembakau murni
yang mereka bilang
jadi lalapan para parakang
kau mau dibawakan apa,kawan?
jangan minta benda lain
aku tak punya apa-apa tuk membeli apa-apa
yang kau pinta
kecuali itu di atas yang tiga
pilih saja, aku yakin kau 'kan suka
sebab sungai mana di Makassar, yang menyembunyikan
batu kali seindah milik Sinjai?
di sudut mana di Makassar, hendak kau jumpai biji kopi?
dan di jalan mana di Makassar, tempat parakang bisa dipandang?
percayalah kawan,
yang tiga ini, oleholeh istimewa
dan hanya ada di Sinjai!
(Mks, 5-8 Mei 2009)
buat semua orang Sinjai, maaf nah kl0' ada kata-kata dalam sajak saya yang membuat Anda tersinggung..hhehehehe
katamu, di sana batu kali menghiasi
biji kopi, menebar aroma satu sinjai
belum lagi dedaunan tembakau murni
yang mereka bilang
jadi lalapan para parakang
kau mau dibawakan apa,kawan?
jangan minta benda lain
aku tak punya apa-apa tuk membeli apa-apa
yang kau pinta
kecuali itu di atas yang tiga
pilih saja, aku yakin kau 'kan suka
sebab sungai mana di Makassar, yang menyembunyikan
batu kali seindah milik Sinjai?
di sudut mana di Makassar, hendak kau jumpai biji kopi?
dan di jalan mana di Makassar, tempat parakang bisa dipandang?
percayalah kawan,
yang tiga ini, oleholeh istimewa
dan hanya ada di Sinjai!
(Mks, 5-8 Mei 2009)
buat semua orang Sinjai, maaf nah kl0' ada kata-kata dalam sajak saya yang membuat Anda tersinggung..hhehehehe
03 Mei, 2009
Engkau, dia, dan Dia
dia mungkin 'kan berubah, tak seperti dulu
karena itu ada engkau, seandainya kelak dia berubah
dan Dia tahu betul, kau mampu tuntun dia
maka tengadahlah sepasang telapak tangan itu
manakala detikdetik memejamkan sejuta mata
mungkin pula sepasang mata, yang dia punya
temui Dia yang tak pernah henti mengalirkan cinta
mohon agar dia tak mengubah waktuwaktu pertemuannya
dengan Dia,sebab Dia-lah sumber segala cinta
dia perlu engkau dan dia butuh Dia
(Rumah-MKS,3 Mei 2009)
karena itu ada engkau, seandainya kelak dia berubah
dan Dia tahu betul, kau mampu tuntun dia
maka tengadahlah sepasang telapak tangan itu
manakala detikdetik memejamkan sejuta mata
mungkin pula sepasang mata, yang dia punya
temui Dia yang tak pernah henti mengalirkan cinta
mohon agar dia tak mengubah waktuwaktu pertemuannya
dengan Dia,sebab Dia-lah sumber segala cinta
dia perlu engkau dan dia butuh Dia
(Rumah-MKS,3 Mei 2009)
Yang Habis 'tuk Tangis
Bukankah kau slalu kokohkan ranting lain yang nyaris terjatuh?
Lalu bawanya menuju hari-hari baru, menembus setiap musim
yang mungkin sebelumnya belumlah ia kenal.
Dan malam-malam yang kau punya, tiada lain hanya 'tuk jawab tanya.
Sekadar basahi akar-akar, yang merasa gerah
di hari yang lainnya merasa cerah.
Sedang mereka yakin, waktumu punya sinar secerah surya.
Tegas, hangat, dan tanpa beban.
Apa mereka pikir kau tak punya air mata?
Atau mereka sebenarnya mengerti, air matamu telah habis.
Habis.
Habis untuk tangis.
(Rumah-MKS,3 Mei 2009)
Lalu bawanya menuju hari-hari baru, menembus setiap musim
yang mungkin sebelumnya belumlah ia kenal.
Dan malam-malam yang kau punya, tiada lain hanya 'tuk jawab tanya.
Sekadar basahi akar-akar, yang merasa gerah
di hari yang lainnya merasa cerah.
Sedang mereka yakin, waktumu punya sinar secerah surya.
Tegas, hangat, dan tanpa beban.
Apa mereka pikir kau tak punya air mata?
Atau mereka sebenarnya mengerti, air matamu telah habis.
Habis.
Habis untuk tangis.
(Rumah-MKS,3 Mei 2009)
18 Desember, 2008
baitbait untuk mama

kata orang, ini bulan untuk mama
nanti tanggal duapuluh dua
aku belum tau mau rayakan apa
aku tak tau hendak berikan apa
kadang aku merasa-sekadar merasa
ritual ini tidak ada adilnya
hanya sehari masa indah untukmu
sedang sepanjang hari, sepanjang waktu
sepanjang usiaku adalah perayaan darimu
kata mama, sangat senang ia dengan doa
doadoa dari anakanaknya
meski bagiku belumlah cukup itu semua
dengan apaapa yang sudah kuterima
tapi jika segaris senyum dapat tercipta
mengapa tidak, aku menghadapNya
menengadahkan tangan seraya berkata:
Ya Rabb,
yang maha pengasih,
yang maha penyayang,
yang maha pengampun,
curahkanlah kasih sayangMu untuk mama
sebagaimana kasih sayang yang tercurah
darinya untuk anakanaknya
ampunilah dosanya andaikata pernah
ia perbuat dosa
:tanyaku, cukupkah baitbait puisi ini untuknya?
Makassar, 18 Desember 2008
*puisi ini diikutkan dalam lomba menulis puisi untuk mama yang diadakan oleh TribunTimur dan Telkom...
15 Desember, 2008
puisi dalam hujan
/1/
sarapan apa kita pagi ini,sayang?
jawabmu sungguh sama denganku
meski masih dalam pembaringan
aku pada ruang ujian
menatap luaran jendela
bersama kita berkata
:hujan
Ruang ujian 03, 10 Desember 2008
/2/
hujan,
aku ditikam kerinduan!
Rumah, 12 Desember 2008
sarapan apa kita pagi ini,sayang?
jawabmu sungguh sama denganku
meski masih dalam pembaringan
aku pada ruang ujian
menatap luaran jendela
bersama kita berkata
:hujan
Ruang ujian 03, 10 Desember 2008
/2/
hujan,
aku ditikam kerinduan!
Rumah, 12 Desember 2008
30 November, 2008
ia bukan-bukan ia-ia bukan siapasiapa
:masih untukmu, Amhel
lupakan saja
anggap ia bukan darah
yang menderas dalam tubuhmu
anggap ia bukan jantung
yang berdegup terus pertahankan hidupmu
anggap ia bukan masalah
yang berkeliaran dalam pikiranmu
sebab
ia memang tak seperti
yang kuibaratkan
ia memang bukan siapasiapa
yang berhak guncang hatimu
ia tak pernah
pikirkanmu
lalu tuk apa
terus kau pikirkannya?
mengingat amhel, 30 November 2008
lupakan saja
anggap ia bukan darah
yang menderas dalam tubuhmu
anggap ia bukan jantung
yang berdegup terus pertahankan hidupmu
anggap ia bukan masalah
yang berkeliaran dalam pikiranmu
sebab
ia memang tak seperti
yang kuibaratkan
ia memang bukan siapasiapa
yang berhak guncang hatimu
ia tak pernah
pikirkanmu
lalu tuk apa
terus kau pikirkannya?
mengingat amhel, 30 November 2008
Langganan:
Postingan (Atom)
toycam
Kemarin pas lagi online di kaskus, sempat singgah di tritnya si ultramand. Dia jualan toycam. Eh, langsung suka sama yang diana f+cmyk. Tap...
-
ass.wr.wb.... Achtung!achtung...!! Penyair cuma maw biLang...besok tuwh. Tepatnya tanggal 26 Februari 2008... penyair ikutan LOMBA BACA PUIS...
-
Kemarin pas lagi online di kaskus, sempat singgah di tritnya si ultramand. Dia jualan toycam. Eh, langsung suka sama yang diana f+cmyk. Tap...
-
"Selalu ada yang bernyanyi dan berelegi Dibalik awan hitam Smoga ada yang menerangi sisi gelap ini, Menanti.. Seperti pelangi setia men...